Penanya:
Apa landasan dalil anda atas adanya siksa dan nikmat kubur?


Jawab:

Rasulullah shalallahualaihi wasallam bersabda “Tujuh langkah orang terakhir meninggalkan kubur, maka ia didatangi oleh malaikat yang biru dan yang hitam. Yang satu bernama Munkar dan yang lainnya bernama Nankir..”


Penanya:

Lantas bagaimana dengan orang yang tidak dikubur? Semisalnya seperti orang yang dimakan binatang buas, tenggelam di lautan, dibakar ataupun terbakar. Atau mungkin mayat yang dijadikan Mummy? Adakah mereka terhindar dari siksa kubur?


Jawab:

Siksa kubur dan nikmat kubur itu sebenarnya penamaan dari Alam Barzakh yang diambil dari istilah umum, yang mana manusia muslim pada umumnya setelah wafat adalah dikubur (Terkecuali yang termakan binatang buas, terbakar, dan lain-lain), maka dari itu namanya adalah “Siksa Kubur” atau “Nikmat Kubur”. Namun mereka yang matinya tidak seperti umumnya, misal seperti yang anda paparkan diatas “dimakan binatang buas” atau jika mayatnya di Pajang sekalipun bukan berarti akan terbebas dari siksa kubur. Mereka tetap mendapatkan siksa barzakh atau nikmat barzakh meskipun penamaannya bukan lagi sebagai “Siksa Kubur” karena mereka tidak berada dalam kubur.


Penanya:

Bagaimana bisa kalau jasadnya saja tidak ada?


Jawab:

Siksa dan Nikmat Barzakh itu bukan sebatas jasad saja lho. Logika sederhana, ketika anda tidur dan bermimpi tenggelam, maka anda akan benar-benar merasa sulit untuk bernafas bukan? yang padahal jasad kasar anda saja terbaring tenang diatas tempat tidur yang hangat? Kira-kira begitu.


Penanya:

Logika anda cukup hebat untuk membela agama Islam anda. Tapi apakah benar sesuai dengan ajaran agama anda? Maksud saya, adakah dalilnya didalam kitab suci anda?


Jawab:

Wah tentu ada. Ajaran agama Islam ini sudah sangat sempurna, jadi tidak perlu saya karang-karang lagi.
Ini dalil Al-Quran nya terdapat di Surrah Ghafir/Al-Mu’minun/The Believer (surrah ke 40) ayat ke 45-46

“..dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk (45). Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras (46).”

Tafsir dari ayat tersebut adalah :
Allah menampakkan neraka kepada keluarga Fir’aun pada pagi dan petang ketika berada di alam barzah. Dan pada hari kiamat, Allah berfirman, “Masukkanlah kaum Fir’aun ke dalam neraka yang paling dahsyat azabnya.”

Jikalau anda membantah dengan kalimat “Mana kata-kata barzakh didalam ayatnya? anda cuma menambah-nambah untuk membenarkan.” Maka akan saya jawab: “Amda tidak memahami ilmu tafsir, maka dari itu kita bahas dengan logika sederhana. Jikalau Allah menampakkan neraka disetiap pagi dan petang kepada Fir’aun dan keluarganya, maka pastilah mereka bertaubat karena ketakutan. Tapi faktanya? Fir’aun tetap kafir (menentang kebenaran) hingga dia wafat. Maka ini adalah pembahasan mengenai Alam Barzakh. Tidak perlu saya perjelas tentang ilmu tafsir dan asbabunnuzul (asal usul turunnya ayat).”

Dan jika anda masih kurang puas dengan dalil Al-Quran dan anda meminta dalil dari Hadits Rasulullah, maka silahkan pahamilah dan ambil kesimpulan dari hadits ini:

عَنْ أَبِي هُر َيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّه صَلى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ سَلَمَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لَمْ يَعْمَل خَيْرًاقَطُّ فَإِذَا مَاتَ فَحَرِّقُوْهُ وَاذْرُوْانِصفَهُ فِي البَرِّ وَنِصفَهُ فِي الْبَحْرِ فَوَ اللَِّهِ لَئِنْ قَدَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ لَيُعَذِ بَنَّهُ عَذَابًا لاَ يُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنْ العَالَمِيْنَ فَأَمَرَ اللّهُ الْبَحْرَ فَجَمَعَ مَافِيْهِ وَأَمَرَ الْبَرَّ فَجَمَعَ مَا فِيْهِ ثُمَّ قَالَ لِمَ فَعَلْتَ قَالَ مِنْ خَشْيَتِكَ وَأَنْتَ أَعْلَمُ فَغَفَرَلَهُِ

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasul bersabda, “Seorang yang tidak pernah beramal baik sedikit pun berkata kepada keluarganya; apabila ia meninggal maka bakarlah dia, lalu tumbuk tulangnya sehalus-halusnya. Kemudian sebarkan saat angin kencang bertiup, sebagian di daratan dan sebagian lagi di lautan. Lalu ia berkata, ‘Demi Allah, jika Allah mampu untuk menghidupkannya, tentu Allah akan mengazabnya dengan azab yang tidak diazab dengannya seorang pun dari penduduk alam. Maka Allah memerintahkan lautan dan daratan untuk mengumpulkan abunya yang terdapat didalamnya. Maka tiba-tiba ia berdiri tegak. Lalu Allah bertanya kepadanya, “Apa yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut? Ia menjawab, “karena takut kepada-Mu dan Engkau lebih mengetahui (isi hatiku)”. Kemudian Allah mengampuninya.


Penanya:

Oke Terima Kasih.

About these ads